Parenting, Personal Development

Gelar Buku di Taman -Proyek Sosial

Menikmati taman, membangun memori masa kanak kanak,saat orangtua dan anak bisa mengobrol dengan menikmati suasana pagi

“Mba saya ikut mendaftar di gelar buku anak anak setiap ahad ya”, ujarku suatu hari dengan teman dekat saya yang berkecimpung di Taman Baca, Bu Uud. Beliau sendiri ikut mewakili untuk Taman Baca Rumah Asa-nya. Alhamdulillah tawaran saya disambut sangat baik, dan ternyata sudah di ikutkan juga kedalam list taman baca yang gelar buku hanya saja saya ga sadar wkwkw. Berbinar binar rasanya saat selesai whatsapp-an dengan beliau. Acara ini termasuk bagian program baca dari perkumpulan Taman Baca Masyarakat di Kota Jogja.

Proyek Sosial

Ini adalah proyek sosial pertama di tahun 2020 bagi keluarga kami. Saya masih mencari yang sesuai dengan keluarga kami untuk program proyek sosial lainnya. Saya tertarik ikut Gelaran Buku karena di Taman, ahhh terbayang kan di taman, meski tak secantik taman Versailles Garden Perancis yang dibangun abad ke-17, tetep aja aktivitas mengunjungi aneka taman di Jogja – Jateng dengan sering ingin di tradisikan (selain taman pintar Jogja, soalnya sudah sering hehe) dan sebagai seorang yang bookish kegiatan yang seru ini perlu ikut berpartisipasi mendukung.

Resolusi 2020 keluarga kami adalah salah satunya melibatkan anak anak di masyarakat, juga perlu belajar pada banyak orang dan memperkaya pengalaman masa kecil. Padahal saat itu saya belum bicarakan sama anak anak. Biasanya rembuk dulu baru instruksi. Tapi kali ini saya menginstruksikan sajalah hehe. “Kita ada proyek sosial di Taman Brontokusuman ya, gelaran buku setiap ahad pagi”, anak anak hanya manggut manggut mengiyakan sambil berpikir apalagi ini, hehe. Jadi setiap ahad pagi kami ada program baru.

Berangkatlah kami pagi pagi jam 6 an ke Taman. Semua disiapkan dari membawa makanan, buku buku yang kebanyakan buku anak dan resep masakan. Disaat secara kebetulan anak temen saya sedang menginap dirumah menjadi akhir pekan yang menyenangkan untuk anak saya ketika ada kunjungan dari anak temen. Mereka awalnya memilih tidak ikut, karena ahad adalah waktunya malas malas dan bangun siang.

Saya tau anak anak belum tertarik dan belum terbayang seseruan kami para orang dewasa yang sedang mengarahkan kegiatan positip wkwk. Saat sarapan selesai, mereka sudah tidak mengantuk, dan melihat Ummi-nya wara wiri mempersiapkan, menjadi penasaranlah mereka. Dan tiba tiba, ikut aja lah yuuk.

Alhamdulillah semua menyenangkan, saya menikmati matahari pagi bersama si bungsu sambil melihat anak anak bermain dan mengamati, anak anak yang besar bersepeda dan berkeringat, anak tengah saya antusias dan mencoba hal hal seru di Gelar Buku. Tak lupa pulang my middle boy meminjam buku cerita.

Saat itu, saya tersenyum bahagia. Berperanlah menjadi orangtua yang menyenangkan tanpa perlu banyak perintah. Cukup tunjukkan antusiasme kita pada hal hal yang perlu kita budayakan dikeluarga kita.

Photo : ilustrasi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *