Curhat Emak

Jiwa Jiwa yang Berdo’a di Bandara

Apa yang terbayang mendengar kata bandara? Bandara itu bagiku adalah perjuangan menyusun kekuatan hati, menahan tangisan agar tak berlarut, menyaksikan alam yang menjadi saksi hilir mudik manusia, menerawang ke waktu waktu sebelumnya… mengamati. Ya, karena bandara dalam kehidupanku adalah bertemu dan berpisah dan bertemu lagi.. Ini tentang aku dan Orangtuaku, Bapak dan Mamak yang sangat aku sayangi…

Betapa bahagianya jika orangtuaku datang ke kota tempatku tinggal. Betapa bahagianya saat bertemu di Bandara. Melihat mereka masih sehat. Ya Allah alhamdulillah…

Betapa bahaginya seorang anak yang lama berpisah lalu bertemu lagi di Bandara menyambut orangtuanya…. Tangis bahagia.

Namun inilah dunia ada pagi ada siang, begitu juga ada bertemu ada berpisah. Melantunkan doa doa dalam hati, mengingat lagi pertemuan.

Inilah Bandara saat aku harus mengantar kembali orangtuaku pulang ke tempat tinggalnya. Tangis sedih.

Menguatkan jiwa, melantunkan do’a. Ya Allaah….

Trimakasih banyak duhai Orangtuaku…atas segala warisan nilai nilai kehidupan, doa doa yang selalu dilantunkan oleh kebiasaan kebiasaan baik yang diteladankan…

“Robbighfirli waliwalidayya warhamhuma kamaa robbayani soghiro… “

Sayang dan do’a selalu dari yang merantau…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *