Curhat Emak, Kepenulisan, Parenting

Hambatan Menulis yang Sering Dialami


“Welcome to the wonderfull block”

Begitulah kata kata dari wordpress untuk tampilan terbarunya. Muncul seolah mengejek aku yang vakum lama menulis dan membuka laman blog “new post”. Itupun gegara ada tantangan menulis oleh NulisYuk bikin semangat dan meleleh, -apasih. Dan kau tau hey wordpress, ga semua block itu menyenangkan, nyatanya writer block itu membuat aku menjadi tidak productive menulis, (mengkambinghitamkan, hehe) Padahal ya memang diri ini aja yang perlu dipecut. Entah kenapa coba, padahal banyak banget judul yang mau aku tulis. Tapi entahlah…. Oleh perkara tersebut, ada beberapa hal yang mau aku runut, sesuai pengalamanku selama ini mengalami writer’s block, hehe, kenapa aku terhambat produktiv menulis, sekaligus sebenarnya ini solusi yang mau aku eksekusi.

1. Niat

Pertama yang harus aku kuatin adalah niat. Niatku tuh kurang kuat. Harus cari noble pourpose (tujuan mulia) dulu deh biar makin kuat. “Ngapain sih aku nulis di blog, targetannya apa, toh yang baca juga belum jelas seberapa banyak. Kan kalau ada pembaca bikin yang nulis juga semangat, yakan. Nulis itu investasi, memang ga terlihat saat ini, tapi suatu saat. Coba deh pikirkan anak anak, mereka akan belajar dari ibunya karena ibunya rajin menulis, sisi baikku menegaskan (gitu tuh suara hatiku). Padahal aku tau banget, kalau aku nulis tuh aku sukaaa, aku suka saat baca lagi rekam jejak episode kehidupan yang pernah aku lalui, dan aku suka jika aku jadi bermanfaat karena tulisanku ini. Ga muluk muluk deh. Sebab, mau bikin antologi gabungan juga kadang minder loh hahaha, sudah cukup bagus belum ya tulisanku, kok tulisanku remeh temeh yaa, dan segudang alasan ga jelas yang melukai jiwa. Euleeuhhh.

2. Target

Apapun harusnya targetnya tinggi, jika sudah targetnya tinggi minimal kan jika tak tercapai adalah ya nyerempet target tersebut ataupun minimal ada capaian, (orang minimalis pikirannya ya gini, minimal aja yang dipikir). Dan targetku ini bab suatu hari mau nulis fokus apa, dan buku apa, lalu jadi penulis yang bagaimana juga masih takut takut, dare to dreamnya kayak menguap. Dulu sih pernah buat target, duluuu yaa, eh kesibukan rumah tangga akhirnya menjadi alasan yang rasional dan terkesan mulia untuk aku sebutkan. Jadi apa targetanmu wahai diri??

3. Vocabulary dan Tata Bahasa

Aku merasa vocabularyku kurang berkembang, ga sesuai jaman, old lah gitu. Padahal kamus ya punya, buku juga ada, buka sosmed ya sering, namun karena tidak diasah dengan dituangkan kembali di tulisan ya seperti minum teh dingin, gitu deh rasanya… Jadi ada semacam kekhawatiran bahwa tulisanku kini jelek (emang dulu bagus?!) terus ada semacam kemunduran karena intensitas bacanya jeblok. Tata bahasaku juga maju mundur, sudah bener apa belum gitu,.

4. Cinta tapi kurang perhatian

Aku tuh dulu mencita citakan jadi penulis waktu masih SD, cuma ibarat witing trisno jalaran kulino, witing mulyo jalaran wani rekoso , yaa gitu deh. Kurang jungkir balik menulis aku nih. Tapi aku bertekad terus menulis dan menghasilkan buku. wkkwkw. Tekad dan eksekusi.

5. Waktu

Ini dia alasan paling klise sedunia, waktu terasa ga ter-maintain secara apik. Aku tau itu karena yang menari nari dalam relung jiwa, hehe. Pengen jadi orang yang super disiplin kalau sudah bahas waktu, tapi realita tak sesuai ekspektasi, dan mulai saat ini, saat nulis begini saja rasanya semangatku kembali, yakin besok bisa menulis lagi. Amiinnnn.

6. Komunitas

Nah bagiku penting sekali ikut kelas kelas menulis di komunitas menulis, biar apa coba, biar ada wawasan dan imajinasi saat bertemu dengan pegiat literasi. Lah cita citanya menulis, tapi kok follownya instagram masak, resep masak, resep terkini, dah gitu belum ekspert juga masaknya, kan aneh ya akutuh. Namanya juga emak emak.

Okey, rasa rasanya aku sudah berenergi dan lega.

“Menulis itu bagai mengumpulkan puzzle energi, yang perlu dilakukan adalah menemukan dan menyusun puzzle tersebut” (aku didepan komputer)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *