Homeschooling, Parenting

Apakah Gaya Belajar Anak Kita? -Tes Learning Style VAK-

Hari ini adalah hari yang istimewa, dengan rezeki sakit gigi selepas di tambal dan radang tenggorokan, lengkaap sudah rasanya. Inilah tantangan Ibu homeschooling yaitu saat dirinya sakit. So, mom, jaga kesehatan ya… ­čÖé Bener bener terasa banget ga konsentrasinya.. tetapi tetap perlu perjuangan.

Ketika dapat kasus begini, saya pasrah anak anak belajar mandiri, sedikit mengarahkan dan sekejap saja sudah meringkuk di kamar. Sebelumnya dengan wajah memelas, saya minta bantuan sang ayah. Saya tau ayahnya juga sedang banyak kerjaan, tapi sudah tidak tahan lagi akhirnya…. “Ayah tolong ya dampingi mas Subhan, pelajaran Reading English dan Math”. (sudah ga pake tanya, bisa pa ngga, langsung kalimat minta tolong, hihi)

Saya mencoba menggunakan model pembelajaran online, salah satunya via www.education.com untuk menjadi bingkai dan acuan pelajaran kognitif. Sembari saya riset apakah dengan metode seperti ini anak saya bias memahami atau tidak. Sebenarnya menggunakan media ini setelah memperhatikan ananda lebih menyenangi melihat video pembelajaran, mencari wawasan tentang berbagai macam hal lebih menggunakan visualisasi dengan video, gambar, dll.

Selain belajar reading dan math hari ini ada tema literasi, membaca kisah kemudian menceritakannya. Kalau pas membaca resep atau tutorial maka anak belajar mempraktekkannya. Nah pada saat setelah selesai membaca 365 kisah isalami, sia anak berkata “Ummi aku ┬ámau bercerita”, oke deh, jawab saya memasang posisi wajah siap mendengarkan lalu ia bercerita, saya perhatikan matanya menatap tegak lurus arah depan sesekali melihat ke atas.

Mengapa saya memperhatikan mata karena ciri ciri anak yang visual adalah memandang keatas atau datar. Anak dengan gaya belajr auditori lebih ke datar dan aga kebawah. Anak kinestetik memandang kebawah. Sambil merasakan. Jadi benarkah ananda gaya belajarnya visual berdasarkan metode Visual Auditori Kinestetik (VAK)?

 

Tes Learning Style VAK Model

Apa itu VAK model?┬áModel Gaya Belajar VAK (visual, auditori, kinestetik) dikembangkan oleh para psikolog pada tahun 1920 untuk mengklasifikasikan cara paling umum yang dipelajari orang. Menurut model, kebanyakan dari kita lebih suka belajar dengan satu dari tiga cara: visual, pendengaran atau kinestetik (walaupun, dalam praktiknya, kita umumnya “mencampur dan mencocokkan” ketiga gaya ini).

Saat menuliskan tulisan tentang gaya belajar Ananda saya mencoba tes anak saya dengan 20 pertanyaan gaya belajar via www.educationplanner.org. Saat itu kondisi anak juga sedang leyeh leyeh, saya coba menterjemahkan dalam Bahasa Indonesia setiap pertanyaan. Lalu membiarkan anak saya menjawabnya.

Diantara pertanyaanya adalah:

  1. Buku apa yang kamu sukai?

a. Sebuah buku dengan banyak gambar didalamnya

b. Sebuah buku dengan banyak kata didalamnya

c. Buku dengan pencarian kata dan teka teki silang

 

2.  Bilamana kamu dalam kesulitan mengeja kata

a. Menulisnya, apakah itu terlihat benar

b. Mengejanya, apakah itu terdengar benar

c. Melacak huruf di udara/ ejaan jari

 

3. Kamu sedang berbelanja pakaian, dan kamu menunggu antre untuk membayar. Apa yang paling sering Kamu lakukan saat kamu menunggu?

a. Lihat sekeliling pakaian lain di rak

b. Bicara dengan orang yang ada di sebelah kamu

c. Gelisah atau bergerak maju mundur

 

4. Bila kamu melihat kata “kucing”, apa yang kamu lakukan lebih dulu?

Membayangkan seekor kucing di dalam pikiran

Mengucapkan kata “kucing” untuk dirimu sendiri

Pikirkan tentang menjadi dengan kucing (membelai atau mendengarnya mendengkur)

 

5. Apa cara terbaik bagi kamu untuk belajar melakukan tes?

Baca buku atau catatan kamu dan tinjau gambar atau grafiknya

Meminta seseorang mengajukan pertanyaan yang bisa kamu jawab dengan suara keras

Membuat kartu indeks yang bisa kamu ulas

 

6. Apa cara terbaik bagi kamu untuk belajar tentang bagaimana sesuatu bekerja (seperti komputer atau permainan video)?

Meminta seseorang untuk ditunjukkan kepada kamu

Baca tentang itu atau dengarkan seseorang yang menjelaskannya

Cari tahu sendiri

 

7. Apa yang menurut kamu paling mengganggu ketika kamu mencoba untuk belajar?

Orang-orang berjalan melewatimu

Suara keras

Kursi yang tidak nyaman

 

Setelah melewati pertanyaan hingga ke 20 maka hasilnya menunjukkan:

Auditori: 30%
Visual: 40%
Taktil: 30%
Hasilnya meski beda beda tipis dengan auditori dan taktil (hampir seimbang semua indera namun yang unggul adalah Visual Learner. Sarannya adalah:

Visual
Jika kamu seorang pelajar visual, Kamu belajar dengan membaca atau melihat gambar. Kamu mengerti dan mengingat sesuatu dengan melihat. Kamu bisa membayangkan apa yang sedang Kamu pelajari di kepala kamu, dan Kamu belajar paling baik dengan menggunakan metode yang terutama bersifat visual. Kamu ingin melihat apa yang sedang kamu pelajari.

Sebagai pembelajar visual, kamu biasanya rapi dan bersih. Kamu sering menutup mata untuk memvisualisasikan atau mengingat sesuatu, dan Kamu akan menemukan sesuatu untuk ditonton jika Kamu bosan. Kamu mungkin mengalami kesulitan dengan petunjuk lisan dan mungkin mudah terganggu oleh suara. Kamu tertarik pada warna dan bahasa lisan (seperti cerita) yang kaya akan citra.

Berikut adalah beberapa hal yang dapat dipelajari oleh pelajar visual untuk belajar lebih baik:

Duduklah di depan
Mintalah penglihatanmu diperiksa secara teratur.
Gunakan flashcards untuk mempelajari kata-kata baru.
Cobalah untuk memvisualisasikan hal-hal yang kamu dengar atau hal-hal yang dibacakan untuk kamu.
Tuliskan kata kunci, gagasan, atau instruksi.
Gambarlah gambar untuk membantu menjelaskan konsep baru dan kemudian jelaskan gambarnya.
Kode warna hal
Hindari gangguan selama masa belajar.
Ingat bahwa kamu perlu melihat sesuatu, tidak hanya mendengar banyak hal, untuk belajar dengan baik.

Nah, demikianlah tes secara tertulis untuk ananda. Yang saya rasakan memang dia hampir seimbang antara semua elemen tinggal efektifitas.

Merayakan pembelajaran hari ini

Saya lega. Sesimpel itu sebenarnya ketika proses belajar mengajar (homeschooling di dalam rumah. Cukup menenangkan pikiran yang kacau, lalu perlahan komunikasikan pelan pelan bersama anak, jeda sebentar lalu ketenangan meresap. Proses belajar kami capai dengan ketenangan. Tak sesuai bayangan iya, tapi seringkali amazing saat proses berlangsung.

#bundasayang

#tantanganGameLevel4

 

 

1 thought on “Apakah Gaya Belajar Anak Kita? -Tes Learning Style VAK-

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *